Sabtu, 09 September 2017

Solo dan Surakarta sering menjadi perbincangan

Solo dan Surakarta sering menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan saat menyebut nama kota yang ada di dekat Sungai Bengawan Solo ini. Ada yang biasa menyebutnya dengan nama Solo ada juga yang menyebutnya dengan nama Surakarta. Tetapi, menurut saya belakangan ini nama Solo lebih populer dibandingkan dengan nama Surakarta. Hal ini salah satunya karena, pengucapan nama tersebut lebih singkat, mudah, dan gampang diingat.

Solo dan Surakarta


Munculnya dua nama ini karena adanya sejarah yang berkaitan dengan pemerintahan kerajaan Kasunanan Surakarta pada waktu itu. Setelah Kerajaan Kasunanan Kartasura hancur Susuhunan Paku Buwono II kemudian membuat sebuah kerajaan baru yang ada di sebuah desa yang ada di dekat Sungai Bengawan Solo. Desa tersebut bernama Desa Sala, dan akuwu atau lurahnya saat itu bernama Ki Gede Sala.


Dan untuk membangun sebuah kerajaan baru, Raja membeli sebuah tanah dari Ki Gede Sala. Selanjutnya dibangunlah sebuah kerajaan yang dikenal dengan Keraton Kasunanan Surakarta. Tidak berselang lama, Ki Gede Sala meninggal dan di makamkan di kawasan Keraton Surakarta. Setelah Keraton berdiri, Raja akhirnya mengganti nama desa tersebut dengan nama Surakarta Hadiningrat. Seperti itulah kira-kira mengenai sejarah kenapa kota yang memiliki luas hanya sekitar 44 kilometer persegi ini memiliki dua nama yang populer sampai saat ini.


Tetapi, untuk pemerintahannya sendiri sudah menetapkan memakai nama Surakarta. Seperti Pemerintahan Kota (Pemkot) Surakarta, DPRD Surakarta, termasuk untuk sekolah-sekolah juga memilih menggunakan nama Surakarta dibandingkan nama Solo. Dan salah satunya yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), meskipun lokasinya tidak berada di Surakarta melainkan di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Seragam batik kantor solo.

Solo dan Surakarta dalam sejarah


Penggunaan dua nama untuk satu kota ini sudah tidak mungkin tergantikan lagi. Hal ini karena adanya sejarah yang sangat kuat yang mengiringi berdirinya atau lahirnya nama-nama tersebut. Dan untuk melestarikan atau menjaga agar nama tersebut tetap terjaga maka Pemkot Surakarta terus melestarikannya dengan mengadakan berbagai acara setiap peringatan Hari Jadi Kota Solo maupun Hari Jadi Pemkot Surakarta. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan yakni kirab yang melintasi Jalan Slamet Riyadi dan juga Even Jenang Nusantara.

Tentang situs kami lainnya bisa lihat jual kain batik modern bahan katun asli handmade dan seragam batik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar