Itu pun formasi yang disediakan oleh Pemkot Surakarta tidaklah banyak, hanya sebanyak 56 formasi saja. Padahal, ada sekitar 1.200 lowongan formasi yang dibutuhkan oleh Pemkot guna menunjang kinerja pemerintahan. Meskipun formasi yang disediakan hanya 56 saja, tetapi jumlah pendaftar mencapai ribuan orang. Tidak hanya dari Solo saja, tetapi banyak pendaftar dari luar Kota Solo atau eks Karesidenan Surakarta.
Untuk pelaksanaan tes seleksi diadakan di Badan Koordinasi Wilayah atau Bakorwil Surakarta. Berbeda dengan tes CPNS yang sudah digelar sebelum-sebelumnya, tes kali ini Pemkot Surakarta sudah menggunakan teknologi modern yakni Computer Based Test atau CBT. Dengan teknologi komputerisasi ini para peserta seleksi langsung dapat mengetahui berapa point yang didapatkannya setelah menyelesaikan ujian.
Dan setelah itu sampai saat ini Pemkot belum lagi membuka pendaftaran untuk para calon abdi negara tersebut. Padahal, Pemkot Surakarta sendiri mengaku sangat kekurangan sumber daya manusia atau SDM hingga lebih kurang 2000 orang. Banyaknya kekurangan ini karena, setiap tahunnya ada lebih kurang 300 Pegawai Negeri Sipil atau PNS yang sudah pensiun. Dan perpanjangan usia pensiun ternyata tidak banyak membantu untuk mengatasi permasalahan ini.
CPNS Solo di pemkot
Kondisi ini jelas mengganggu kinerja pemerintahan, meskipun Pemkot sendiri terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Guna mengatasi permasalahan ini, Pemkot Surakarta sangat terbuka untuk menerima mutasi dari berbagai daerah yang ada di eks Karesidenan Surakarta. Tidak hanya itu, pelibatan pihak ketiga pun dilakukan untuk membantu roda pemerintahan. Dan sampai saat ini Pemkot Surakarta sepertinya belum akan membuka kembali pendaftaran untuk Calon Pegawai Negeri Sipil.
Tentang situs kami lainnya bisa lihat di jasa aqiqah kambing solo, aqiqah jogja, aqiqah kambing semarang, perlengkapan haji umroh dan seragam batik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar