PPDB SMP Surakarta seringkali menjadi hal yang paling diresahkan oleh sejumlah pelajar. Karena pada proses sistem penerimaan peserta didik baru ini, para siswa lulusan dari sekolah dasar (SD) akan beradu kecerdasan dengan siswa lain yang ada di seluruh Surakarta. Terlebih bagi pelajar yang ingin melanjutkan ke sekolah yang favorit. Bisa dipastikan sekolah tersebut akan mematok nilai yang sesuai dengan standar pada PPDB tahun 2017/2018. Dengan begitu, persaingan akan lebih sengit lagi kalau nilai-nilai yang dimiliki oleh para pelajar rata-rata hampir sama satu dengan yang lainnya.
Tentang situs kami lainnya bisa lihat di layanan aqiqah solo, aqiqah jogja, perlengkapan haji dan seragam batik solo bahan katun.
Dalam proses penerimaan ini, setiap sekolah memiliki nilai standar sendiri-sendiri. Nilai inilah yang nantinya menentukan seorang peserta bisa lolos seleksi untuk masuk ke sekolah tersebut atau tidak. Biasanya, PPDB untuk tingkat SMP ini peserta bisa memilih beberapa sekolah. Pilihan ini terbagi menjadi pilihan pertama dan pilihan kedua. Untuk pilihan pertama biasanya peringkat sekolah juga lebih tinggi dibandingkan sekolah untuk pilihan kedua. Adanya dua pilihan sekolah ini akan memudahkan peserta untuk mendapatkan sekolah yang sesuai dengan keinginannya. Karena, jika nantinya peserta tidak dapat diterima di sekolah yang diinginkannya yakni pada pilihan pertama, maka peserta tersebut bisa masuk ke sekolah pilihan kedua.
Biasanya sistem penerimaan ini diterapkan pada PPDB secara online. Dengan sistem komputerisasi ini, sistem akan menyeleksi peringkat siswa yang dilihat dari nilai yang dimiliki pendaftar tersebut. Selanjutnya, nilai ini akan disesuaikan dengan standar nilai sekolah dan juga kuota atau daya tampung untuk sekolah tersebut. Dan jika nilai ini bisa masuk maka peserta akan dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan peserta didik baru. Tetapi, jika nilai yang dimiliki oleh pendaftar tidak masuk atau tidak lolos maka siswa tersebut juga dinyatakan tidak bisa masuk ke sekolah yang menjadi pilihan pertama.
Meski begitu, peserta yang tidak lolos tidak serta merta harus mencari sekolah baru lagi. Melainkan, sistem akan menyeleksi lagi dan mengalihkan nama peserta tersebut ke sekolah yang sebelumnya sudah dipilih peserta sebagai sekolah pilihan kedua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar