Handmade Batik Fabric.
Jika kita lihat beberapa sudut Kota Solo sudah banyak mengalami perubahan. Banyak kawasan yang dibangun sebuah kawasan hijau. Ini ditujukan untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan saat berada di kota ini. Meskipun pembangunan yang terjadi di Kota Solo sangat pesat, tetapi pemerintahnya begitu saja melupakan kebutuhan lahan hijau bagi masyarakatnya. Maka dibangunlah ruang terbuka hijau yang ditujukan untuk masyarakatnya.
Slogan Kota Solo " Spirit of java " dan pariwisata
Sedangkan untuk slogan Solo The Spirit of Java sendiri dihadirkan guna mendukung pariwisata yang ada di kota ini. Untuk itu, Kota Solo harus mempunyai slogan yang bisa menjual atau marketable untuk semua potensi wisata yang ada di kota ini. Seperti kita tahu, kota yang juga dijuluki sebagai Kota Bengawan ini punya potensi wisata yang cukup besar, terutama yang berkaitan dengan budayanya. Dan ini seperti sudah menjadi sebuah identitas bagi Kota Solo. Maka tidak heran jika ada yang menyebut bahwa pusat kebudayaan di Jawa berada di Solo.
Untuk itu perlu dibuat sebuah slogan guna mendukung potensi wisata ini agar lebih dikenal oleh para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Slogan ini merupakan hasil sayembara yang digelar Pemkot Surakarta pada tahun 2014 lalu. Sayembara ini dimenangkan oleh Dwi Endang Setyorini warga Giriroto, Ngemplak, Boyolali. Untuk pembuatan logo ini sendiri membutuhkan waktu lebih kurang enam bulan.
Logo dalam slogan ini memang sangat ikonik, terutama pada huruf O yang dihadirkannya. Di mana huruf O tersebut dibuat berbentuk relung. Bentuk ini merefleksikan kesan Jawa dalam tampilannya. Bentuk ini juga bisa mengingatkan kita pada bentuk keris, batik, atau bahkan mebel dan benda-benda ini sangat identik dengan Jawa.
Tentang situs kami lainnya bisa lihat di Layanan Aqiqah, dan jual batik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar