Kamis, 14 Desember 2017

Ada apa dengan Solo ?

Ada apa dengan Solo, kenapa Solo, bisa menjadi bahan pembicaraan yang sangat menarik. Solo memang menjadi salah satu kota yang mampu menyedot perhatian banyak kalangan. Tidak hanya dari dalam kota, bahkan sampai dengan luar negeri. Solo memang bukan sebuah kota yang luas seperti Surabaya atau pun kota lainnya, tetapi pesona Solo cukup untuk membuat anda merindukan kota yang sangat kental dengan budaya Jawa ini.

Ada apa dengan Solo

Batik sarong wholesale.

Sangat banyak hal yang bisa anda bicarakan saat menyebut nama Solo. Kota ini memang sangat unik, mungkin bukan menurut saya saja tetapi anda pun berpikiran yang sama dengan saya atau sependapat dengan pemikiran saya. Bagaimana tidak, kota ini memiliki dua nama yang sama-sama populer dan benar untuk menyebut kota yang ada di sisi Sungai Bengawan Solo ini. Ada nama Kota Solo dan ada nama Kota Surakarta. Anda boleh menyebut keduanya, baik Solo atau Surakarta sama benarnya.

Ada apa dengan Solo dan keunikannya


Selain keunikan namanya, Solo juga memiliki keunikan lain yang tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Yakni hadirnya dua keraton atau kerajaan yakni Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran. Dan sampai saat ini dua kerajaan ini masih eksis dan terdapat rajanya masing-masing. Ada apa dengan Solo, kata-kata ini seolah menantang saya untuk ingin mengungkap lebih banyak cerita yang bisa membuat anda tertarik untuk datang ke kota ini.

Misalkan, saya ingin berbicara tentang moda transportasi ikonik yang ada di Solo. Jika anda baru pertama kali berkunjung ke Kota Solo, dan anda melintas kawasan jalan Protokol Slamet Riyadi, anda akan melihat jalur kereta api yang membentang di sana. Jalur kereta yang terlihat “aneh” itu sampai saat ini masih berfungsi atau difungsikan. Ada dua kereta wisata yang biasa melintasi rel tersebut, yakni Kereta Api Batara Kresna dan Sepur Kluthuk Jaladara. Jika anda ingin naik kereta ini, anda bisa melihat jadwal keberangkatannya di Stasiun Purwosari.

Ini baru moda transportasi dan keratonnya, masih banyak hal yang “melekat” dengan nama Solo. Dan salah satunya adalah kain batik. Solo memang sangat identik dengan kain bermotif ini. Ketenaran batik Solo sudah tidak perlu diragukan lagi. Ciri khas dan daya tarik dari setiap motif yang dihadirkannya membuat batik ini begitu digemari. Di kota ini ada dua kampus yang identik sebagai penghasil batik yakni Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman. Yang Laweyan ada di bagian barat sedangkan Kauman ada di sebelah timur atau menjadi satu kompleks dengan Pasar Klewer dan juga Keraton Kasunanan Surakarta.